Jangan Takut, Preeklampsia adalah Kondisi yang Bisa Diobati

Preeklampsia adalah momok menakutkan bagi ibu hamil, terutama karena akibat yang ditimbulkannya serta gejalanya yang tak terlihat begitu kentara. Jika Anda didiagnosa mengalami preeklampsia, segera konsultasi dengan dokter Anda untuk mendapatkan treatment sesuai dengan level preeklampsia yang Anda derita. Hal ini dilakukan agar kondisi Anda tak semakin memburuk.

  1. Treatment untuk Anda yang mengalami preeklampsia ringan

Dilansir dari American Pregnancy, preeklampsia ringan biasanya ditandai dengan beberapa gejala umum. Gejala itu adalah tingginya tekanan darah, cairan berlebih dalam tubuh serta kadar protein yang tinggi pada urine. Jika gejala terlihat pada usia kehamilan sekitar 6 bulan, biasanya Anda akan diminta untuk melakukan check-up minimal sekali dalam tiga minggu.

Saat didiagnosa preeklampsia ringan, dokter biasanya akan memberikan beberapa anjuran berikut untuk Anda. Pertama, berbaring pada bahu kiri sebagai tumpuan, agar berat janin tak membebani pembuluh darah utama. Kedua, kurangi asupan garam dan minum air putih minimal 8 gelas dalam sehari. Anda juga dianjurkan untuk memperbanyak asupan makanan yang mengandung protein.

Saat usia kehamilan Anda mencapai 8 bulan, biasanya rutinitas pemeriksaan kehamilan menjadi lebih sering. Anda mungkin diminta untuk melaksanakan pemeriksaan kehamilan sekali dalam dua minggu. Hal ini dilakukan untuk memastikan kestabilan kondisi Anda, baik secara fisik maupun psikis menjelang hari perkiraan lahir bayi Anda.

  1. Treatment untuk Anda yang mengalami preeklampsia berat

Tingkat terberat dari preeklampsia adalah preeklampsia berat. Gejalanya pun terasa lebih kentara. Gejalanya meliputi sakit kepala dan perut bagian atas, kaburnya penglihatan, mual disertai muntah, nafas pendek, dan kuantitas urine yang menurun. Jika semua gejala ini Anda rasakan, disertai dengan gejala preeklampsia ringan sebelumnya, penanganan harus segera dilakukan.

Saat usia kehamilan Anda masih muda, tentu melahirkan secara prematur tak bisa dijadikan pilihan. Anda akan diberikan beberapa treatment oleh dokter agar preeklampsia berat Anda tak semakin parah. Dilansir dari Mayo Clinic, dokter akan menganjurkan untuk mengonsumsi antikonsulvan dan kortikosteroid, agar kehamilan terjaga sampai bayi aman untuk dilahirkan.

Kortikosteroid membantu kerja hati dan trombosit agar kehamilan Anda tetap bisa dipertahankan. Selain itu obat ini juga akan membantu menyempurnaan paru-paru bayi, jika memang harus dilahirkan secara prematur. Obat antikonsulvan beda lagi, obat ini akan mencegah terjadinya kejang pada ibu hamil yang disebabkan karena preeklampsia berat.

  1. Bagaimana jika preeklampsia terdeteksi pada usia kehamilan yang sudah tua?

Jika preeklampsia terdeteksi pada usia kehamilan yang matang, jalan terbaik adalah dengan melahirkan bayi Anda, walaupun harus dalam keadaan prematur. Hal ini dilakukan agar nyawa Anda dan bayi bisa tetap diselamatkan. Umumnya, ibu hamil dengan preeklampsia akan melahirkan bayi secara caesar atau induksi.

Preeklampsia adalah komplikasi kehamilan yang bisa diminimalisir akibatnya, jika gejalanya cepat dikenali. Untuk itu, informasi seputar preeklampsia sangat penting. Anda bisa saling bertukar informasi dan bahkan berkonsultasi dengan dokter kandungan terkait preeklampsia di Orami. Semakin cepat Anda menyadari gejalanya, semakin besar kesempatan menghindari resikonya.